Jumat, 13 Februari 2015

Cerita Tentang Sarimi Dengan Sarimin

Pada suatu hari, disebuah gubuk tua hiduplah seorang anak bernama...??? kasih tau gak ya..,,bernama SARIMIN!! Dia merupakan anak dari keturunan orang kaya. Ayahnya memiliki beberapa perusahaan besar. Salah satu perusahaan yang terkenal adalah PT SARIMI ISI DUA..., seperti diiklan ayu tong-tong. Perusahaan ini terletak di jalan Kurang Maju No 32, Kel.Kurang Mundur, Kec/Kab. Maju Mundur. Sebuah nama daerah yang sangat unik bukan??

Asal punya usul ternyata nama SARIMIN diambil dari nama perusahaan ayahnya yang terkenal, yaitu PT SARIMI. Tapi ada yang sedikit aneh dari nama itu. Nama perusahaan tidak ada huruf N dibelakangnya. Kenapa ya?? Ada yang bisa jawab? Kalau sudah ketemu jawabannya kirim ke 6288. Jangan lupa yang banyak. Hahaha

Kembali ketopik permasalahan, ternyata setelah diselidiki lebih lanjut oleh Tim Densus 88 anti teror, ternyata huruf N yang menjadi misteri sekaligus jadi trending topik diberbagai jejaring sosial baik twitter maupun facebook akan segera terpecahkan. Hal itu didasarkan pada bukti-bukti yang telah dikumpulkan oleh pihak kepolisian. Dari berbagai bukti tersebut, pihak kepolisian menyimpulkan bahwa huruf N yang terdapat pada nama SARIMIN hanya sekedar bentuk kretivitas ayahnya saja agar tidak sama seperti nama perusahan PT SARIMI.


Demikian CERSAPEN (cerita sangat pendek) serta investigasi kami mengenai asal-usul nama SARIMIN. Bila anda penasaran dan ingin mengetahui lebih lanjut kejadian-kejadian apa saja yang terjadi berikutnya, bisa membeli produk mie bermerek SARIMI ditoko-toko terdekat anda. Saya beri tips terlebih dahulu, kalau mau beli jangan ditoko bangunan.

Kegagalan Yang Tertunda

08.50                                                                                                                   22-07-2014

Harapan dan Impian

Harapanku dibulan ramadhan ini (1435 H) semoga lolos seleksi Ujian Mandiri UNY. Ini mungkin satu-satunya kesempatan dan harapan bagiku untuk bisa masuk ke Universitas Negeri. Aku tahu bahwa pada kesempatan lain aku tidak mampu lolos. Saat itu baik melalui SNMPTN maupun SBMPTN keduanya gagal. Mungkin waktu itu saat akan menghadapi detik-detik ujian tulis SBMPTN aku kurang persiapan. Padahal tersedia waktu sekitar 1 bulan lebih untuk mempersiapkan segala hal dengan baik. Tapi, aku malah menyiakan kesempatan dan peluang yang datang. Kini rasa sesal dalam diriku mulai terasa sejak pengumuman hasil seleksi SBMPTN yang  kubuka melalui website.
Sebelumnya, selesai berbuka puasa rencananya aku akan membuka pengumuman lewat internet dengan alamat yang tersedia. Tentunya dengan terlebih dahulu melaksanakan sholat maghrib. Tak lupa aku pun berdoa meminta kepada Yang Maha Kuasa untuk memberikan hasil yang terbaik. Tapi apa boleh buat, takdir berkata lain di website tertulis kalimat “maaf anda tidak lolos seleksi”. Dalam hati kecilku perasaan kecewa mulai menyelinap, juga dengan orang tuaku yang aku perhatikan ada rasa kecewa. Sejenak saya terdiam, merenungkan apa yang terjadi seakan harapan dan tujuan hidup seakan sirna begitu saja. Namun aku  tidak sendiri banyak teman seperjuangan yang gagal seperti aku, mungkin mereka merasakan apa yang aku rasa saat melihat pengumuman itu. Di sisi lain saya juga bersyukur teman-temanku ada yang lolos di PTN yang diinginkan. Mungkin ini jalan terbaik yang Tuhan berikan kepadaku, untuk selalu berusaha dan berdo’a.
Sekarang waktunya untuk move on dan bergerak kedepan jangan berdiam diri yang hanya membuang waktu tidak jelas, lupakan saja apa yang sudah terjadi. Anggap kegagalan itu sebagai keberhasilan yang tertunda. Toh, masih adu Ujian Tulis mandiri yang dilaksankan setelah hari Raya Idul Fitri ini. Aku harus mempersiapkan semaksimal mungkin untuk bisa mengerjakan soal-soal  UM yang terasa sulit bagiku. Semoga saja harapan dan impianku bisa dimulai setelah pengumuman hasil UM. Bisa lolos dan masuk PTN favorit, agar terus berjuang menjalankan hidup yang lebih bermakna.
Amin Ya Robbal’alamin.


Secara pribadi aku juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H Minal Aizdin wal Faizdin Mohon Maaf  lahir dan batin kepada orang  terdekatku dan semua umat muslim. 

Minggu, 25 Januari 2015

Pembawa Acara Peringatan Maulid Nabi Muhamad SAW

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Yang terhormat Bapak Kepala SMP Negeri 2 Kebumen dan Ketua Komite SMP Negeri 2 Kebumen yang saya hormati, serta karyawan-karyawati dan tak lupa kakak-kakakku kelas 9, teman-temanku kelas 8, dan adik-adikku kelas 7 yang saya sayangi.
Pertama-tama mari kita memanjatkan do’a dan mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, hidayah, serta inayah-Nya kepada kita sehingga kita dapat berkumpul bersama pada acara ini.
Hadirin yang berbahagia, perkenankan saya untuk membacakan susunan acara sebagai berikut:

1.       Pembukaan
2.       Prakata panitia penyelenggara
3.       Sambutan-sambutan dari: Kepala SMP Negeri 2 Kebumen
                                                       Komite SMP Negeri 2 Kebumen
4.       Kultum KH.Ismail
5.       Istirahat dan hiburan
6.       Do’a dan penutup

Hadirin yang saya hormati kita mulai acara pertama, yaitu pembukaan yang akan dibacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh teman kita Aditya, kepada saudara Aditya dipersilakan. Terimakasih kepada saudara Aditya yang telah membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Kita akan berlanjut ke acara berikutnya, yaitu prakata panitia penyelenggara, kepada panitia dipersilakan. Demikian prakata panitia penyelenggara saya ucapkan terimakasih. Selanjutnya acara sambutan dari Bapak Yuli Harnowo M.Pd, kepada Bapak Yuli Harnowo dipersilakan. Demikian sambutan dari Bapak Yuli Harnowo, M.Pd dan dilanjutkan sambutan dari Bapak KH. M Tahrir Masror, BA dipersilakan. Demikian sambutan dari Bapak KH. M Tahrir Masror, BA saya ucapkan terimakasih. Lalu kita lanjutkan acara berikutnya, yaitu kultum dari Bapak KH.Ismail dipersilakan. Demikian kultum dari Bapak KH.Ismail saya ucapkan terimakasih. Lalu kita lanjutkan acara berikutnya, yaitu istirahat yang diisi dengan hiburan dari siswa-siswi SMP Negeri 2 Kebumen. Sampailah pada acara terakhir yang akan dibacakan do’a oleh guru kita Bapak H.Sukimin, kepada Bapak H.Sukimin dipersilakan. Terimakasih kepada Bapak H.Sukimin yang telah membacakan do’a dan berakhir pula acara ini. Semoga acara ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Jika ada tutur kata dari saya yang tidak berkenan dihati, saya mohon maaf. Mari kita tutup acara ini dengan bacaan hamdallah.
Alhamdulillah Hirabbil’alamin.


Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Jumat, 23 Januari 2015

Tulisan Zaman SMP

“SEPAK BOLA”

Seperti biasa, pagi itu sawah di desaku sangat cerah. Langit begitu biru dan bersih. Tak ada awan, tak ada kabut, tak ada angin, tetapi udara masih juga dingin. Matahari putih dan silau mulai menyinari persawahan di desaku. Semula sepi. Aku diam termenung, tiada kawan, tiada teman. Alam terasa senyap dan sunyi. Tetapi dalam kesunyian itu teman-temanku datang menghampiriku, mengajaku bermain bola di sawah yang sudah dibuat menjadi lapangan sepakbola oleh aku dan teman-temanku. Aku menerima tawaran mereka dengan senang hati, karena aku sendiri suka sekali bermain bola.

Walaupun sawah yang dijadikan lapangan sepak bola tidak begitu halus seperti GBK (Gelora Bung Karno) tapi aku dan teman-teman sangat senang bisa bermain bola yang lapangannya kami buat sendiri. Pertandingan akan dimulai, tiap tim terdiri dari 7 orang. Aku beranggota dengan Dani, Wahyu, Fian, Egi, Doni, dan Aji.

Pertandingan pun dimulai dari tim lawanku. Aku yang menjadi andalan langsung berlari merebut bola yang sedang dibawa oleh salah satu lawanku.

“hee.. umpan langsung ke depan!” Teriak dani padaku.

Aku pun langsung menendang bola ke depan, dengan tenangnya Dani menerima umpanku dengan baik dan lansung menendang ke pojok kanan gawang dan langsung menghasilkan gol.

“gol-gol....!!!” teriak Dani sambil berlari dan melepas baju.

                Setelah gol pertama lahir, permainan semakin ketat dan sengit. Temanku yang menjadi andalan dari tim lawan berhasil membobol gawang timku yang dijaga oleh Egi. Pertandingan pun semakin ramai.

“Don... oper sini!!” kata wahyu kepada Doni.

Doni pun langsung mengoper pada Wahyu.

“Wahyu, umpan ke depan!” teriak Fian.
“baik, ini terima bolanya!  Balas Wahyu.

Fian yang tidak dijaga langsung berlari ke depan untuk menerima umpan dari Wahyu dan langsung menendang ke gawang dan akhirnya....?

“gol-gol...!!! teriak Fian sambil berlari mengelilingi lapangan.

Matahari yang semakin tinggi membuat pertandingan tidak menarik dan terasa membosankan. Akhirnya teman-teman sepakat mengentikan pertandingan.

“teman-teman kita lanjutklan besok saja pertandingannnya? Kataku kepada teman-teman.
“baiklah” sahut teman-teman kepadaku.

Ketika aku dan teman-teman berjalan meninggalkan sawah yang dijadikan lapangan sepakbola, tiba-tiba Doni mengajaku dan teman-teman beli es. Merasa dibelikan dan terasa tenggorokan terasa haus, aku dan teman-teman langsung menerima tawaran Doni.
                                                                                                               

Tulisan Masa SMP

Tulisan Zaman SD

Jika Tumbuhan Hijau Tidak Ada

Pada musim kering banyak tumbuhan yang merontokan daunnya. Ketika sepulang sekolah saya dan teman-temannya melihat sekeliling lingkungan tapi semua pohon tidak ada daunnya semua teman-teman andi mengatakan astaga! Kalau tidak ada daun padi kita tidak bisa makan dan hewan-hewannya pasti bisa mati.

Karena teriknya matahari semua air akan mengesat dan semua orang dan hewan pasti tidak akan minum dan makan. Oleh karena itu semua orang harus menanam tanamannya karena tidak ada hujan dan semua orang tidak bisa menanam tanamannya karena tidak ada hujan dan rasanya tidak sejuk tapi terasa panas karena teriknya matahari.

Karena tidak ada daun sama sekali mereka tidak bisa apa-apa makanpun tidak bisa dan minum. Kalau begini terus mereka semua pasti akan mati dan hewan peliharaannya mereka juga mati.

Pengguguran pohon jati terjadi pada musim kemarau panjang. Pada musim kemarau jarang terjadi hujan oleh karena itu pohon jati membatasi penguapan air dengan cara menggugurkan daunnya. Jika daun digugurkan maka penguapan akibat teriknya matahari berkurang sehingga tumbuhan tidak mengalami kekeringan.
P 66
T 65 

                                                                                                                                                          #Tulisan Zaman SD