Jumat, 13 Februari 2015

Kegagalan Yang Tertunda

08.50                                                                                                                   22-07-2014

Harapan dan Impian

Harapanku dibulan ramadhan ini (1435 H) semoga lolos seleksi Ujian Mandiri UNY. Ini mungkin satu-satunya kesempatan dan harapan bagiku untuk bisa masuk ke Universitas Negeri. Aku tahu bahwa pada kesempatan lain aku tidak mampu lolos. Saat itu baik melalui SNMPTN maupun SBMPTN keduanya gagal. Mungkin waktu itu saat akan menghadapi detik-detik ujian tulis SBMPTN aku kurang persiapan. Padahal tersedia waktu sekitar 1 bulan lebih untuk mempersiapkan segala hal dengan baik. Tapi, aku malah menyiakan kesempatan dan peluang yang datang. Kini rasa sesal dalam diriku mulai terasa sejak pengumuman hasil seleksi SBMPTN yang  kubuka melalui website.
Sebelumnya, selesai berbuka puasa rencananya aku akan membuka pengumuman lewat internet dengan alamat yang tersedia. Tentunya dengan terlebih dahulu melaksanakan sholat maghrib. Tak lupa aku pun berdoa meminta kepada Yang Maha Kuasa untuk memberikan hasil yang terbaik. Tapi apa boleh buat, takdir berkata lain di website tertulis kalimat “maaf anda tidak lolos seleksi”. Dalam hati kecilku perasaan kecewa mulai menyelinap, juga dengan orang tuaku yang aku perhatikan ada rasa kecewa. Sejenak saya terdiam, merenungkan apa yang terjadi seakan harapan dan tujuan hidup seakan sirna begitu saja. Namun aku  tidak sendiri banyak teman seperjuangan yang gagal seperti aku, mungkin mereka merasakan apa yang aku rasa saat melihat pengumuman itu. Di sisi lain saya juga bersyukur teman-temanku ada yang lolos di PTN yang diinginkan. Mungkin ini jalan terbaik yang Tuhan berikan kepadaku, untuk selalu berusaha dan berdo’a.
Sekarang waktunya untuk move on dan bergerak kedepan jangan berdiam diri yang hanya membuang waktu tidak jelas, lupakan saja apa yang sudah terjadi. Anggap kegagalan itu sebagai keberhasilan yang tertunda. Toh, masih adu Ujian Tulis mandiri yang dilaksankan setelah hari Raya Idul Fitri ini. Aku harus mempersiapkan semaksimal mungkin untuk bisa mengerjakan soal-soal  UM yang terasa sulit bagiku. Semoga saja harapan dan impianku bisa dimulai setelah pengumuman hasil UM. Bisa lolos dan masuk PTN favorit, agar terus berjuang menjalankan hidup yang lebih bermakna.
Amin Ya Robbal’alamin.


Secara pribadi aku juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H Minal Aizdin wal Faizdin Mohon Maaf  lahir dan batin kepada orang  terdekatku dan semua umat muslim. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar