“SEPAK BOLA”
Seperti biasa, pagi itu sawah di
desaku sangat cerah. Langit begitu biru dan bersih. Tak ada awan, tak ada
kabut, tak ada angin, tetapi udara masih juga dingin. Matahari putih dan silau
mulai menyinari persawahan di desaku. Semula sepi. Aku diam termenung, tiada
kawan, tiada teman. Alam terasa senyap dan sunyi. Tetapi dalam kesunyian itu
teman-temanku datang menghampiriku, mengajaku bermain bola di sawah yang sudah
dibuat menjadi lapangan sepakbola oleh aku dan teman-temanku. Aku menerima tawaran
mereka dengan senang hati, karena aku sendiri suka sekali bermain bola.
Walaupun sawah yang dijadikan
lapangan sepak bola tidak begitu halus seperti GBK (Gelora Bung Karno) tapi aku
dan teman-teman sangat senang bisa bermain bola yang lapangannya kami buat
sendiri. Pertandingan akan dimulai, tiap tim terdiri dari 7 orang. Aku
beranggota dengan Dani, Wahyu, Fian, Egi, Doni, dan Aji.
Pertandingan pun dimulai dari tim
lawanku. Aku yang menjadi andalan langsung berlari merebut bola yang sedang
dibawa oleh salah satu lawanku.
“hee.. umpan langsung ke depan!” Teriak dani padaku.
Aku pun langsung menendang bola ke depan, dengan tenangnya
Dani menerima umpanku dengan baik dan lansung menendang ke pojok kanan gawang
dan langsung menghasilkan gol.
“gol-gol....!!!” teriak Dani sambil berlari dan melepas
baju.
Setelah gol pertama lahir,
permainan semakin ketat dan sengit. Temanku yang menjadi andalan dari tim lawan
berhasil membobol gawang timku yang dijaga oleh Egi. Pertandingan pun semakin
ramai.
“Don... oper sini!!” kata wahyu kepada Doni.
Doni pun langsung mengoper pada Wahyu.
“Wahyu, umpan ke depan!” teriak Fian.
“baik, ini terima bolanya!
Balas Wahyu.
Fian yang tidak dijaga langsung
berlari ke depan untuk menerima umpan dari Wahyu dan langsung menendang ke gawang
dan akhirnya....?
“gol-gol...!!! teriak Fian sambil berlari mengelilingi
lapangan.
Matahari yang semakin tinggi
membuat pertandingan tidak menarik dan terasa membosankan. Akhirnya teman-teman
sepakat mengentikan pertandingan.
“teman-teman kita lanjutklan besok saja pertandingannnya?
Kataku kepada teman-teman.
“baiklah” sahut teman-teman kepadaku.
Ketika aku dan teman-teman
berjalan meninggalkan sawah yang dijadikan lapangan sepakbola, tiba-tiba Doni
mengajaku dan teman-teman beli es. Merasa dibelikan dan terasa tenggorokan
terasa haus, aku dan teman-teman langsung menerima tawaran Doni.
Tulisan Masa
SMP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar