Jumat, 23 Januari 2015

Tulisan Zaman SMP

“SEPAK BOLA”

Seperti biasa, pagi itu sawah di desaku sangat cerah. Langit begitu biru dan bersih. Tak ada awan, tak ada kabut, tak ada angin, tetapi udara masih juga dingin. Matahari putih dan silau mulai menyinari persawahan di desaku. Semula sepi. Aku diam termenung, tiada kawan, tiada teman. Alam terasa senyap dan sunyi. Tetapi dalam kesunyian itu teman-temanku datang menghampiriku, mengajaku bermain bola di sawah yang sudah dibuat menjadi lapangan sepakbola oleh aku dan teman-temanku. Aku menerima tawaran mereka dengan senang hati, karena aku sendiri suka sekali bermain bola.

Walaupun sawah yang dijadikan lapangan sepak bola tidak begitu halus seperti GBK (Gelora Bung Karno) tapi aku dan teman-teman sangat senang bisa bermain bola yang lapangannya kami buat sendiri. Pertandingan akan dimulai, tiap tim terdiri dari 7 orang. Aku beranggota dengan Dani, Wahyu, Fian, Egi, Doni, dan Aji.

Pertandingan pun dimulai dari tim lawanku. Aku yang menjadi andalan langsung berlari merebut bola yang sedang dibawa oleh salah satu lawanku.

“hee.. umpan langsung ke depan!” Teriak dani padaku.

Aku pun langsung menendang bola ke depan, dengan tenangnya Dani menerima umpanku dengan baik dan lansung menendang ke pojok kanan gawang dan langsung menghasilkan gol.

“gol-gol....!!!” teriak Dani sambil berlari dan melepas baju.

                Setelah gol pertama lahir, permainan semakin ketat dan sengit. Temanku yang menjadi andalan dari tim lawan berhasil membobol gawang timku yang dijaga oleh Egi. Pertandingan pun semakin ramai.

“Don... oper sini!!” kata wahyu kepada Doni.

Doni pun langsung mengoper pada Wahyu.

“Wahyu, umpan ke depan!” teriak Fian.
“baik, ini terima bolanya!  Balas Wahyu.

Fian yang tidak dijaga langsung berlari ke depan untuk menerima umpan dari Wahyu dan langsung menendang ke gawang dan akhirnya....?

“gol-gol...!!! teriak Fian sambil berlari mengelilingi lapangan.

Matahari yang semakin tinggi membuat pertandingan tidak menarik dan terasa membosankan. Akhirnya teman-teman sepakat mengentikan pertandingan.

“teman-teman kita lanjutklan besok saja pertandingannnya? Kataku kepada teman-teman.
“baiklah” sahut teman-teman kepadaku.

Ketika aku dan teman-teman berjalan meninggalkan sawah yang dijadikan lapangan sepakbola, tiba-tiba Doni mengajaku dan teman-teman beli es. Merasa dibelikan dan terasa tenggorokan terasa haus, aku dan teman-teman langsung menerima tawaran Doni.
                                                                                                               

Tulisan Masa SMP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar